Tahun Baru dan UGD

Desember 31, 2008

Kalau mau ditanya siapa yang paling tidak bisa menikmati malam tahun baru, saya akan menjawab nomer satu adalah para team jaga UGD.

di saat orang lain bergembira ria, para team jaga UGD harus bertempur dengan serangan bertubi-tubi pasien kecelakaan lalu lintas yang tak henti-henti datang.

untungnya malam ini serangan pasien bisa terhenti seiring hujan yang mendera kota Samarinda di jam 02 pagi.  keramaian lalu lintas mestinya sudah berkurang, kecelakaan juga.

harapan saya di malam tahun baru depan

1.bukan saya yang jaga di UGD

2. kalau saya yang jaga, hujannya turun lebih cepat, jadi keramaian lalu lintas berkurang, kecelakaan juga kurang.

Ruang UGD, 01 januari 2009. jam 03.30 dini hari, menunggu pasien berikutnya.


911: the bronx

November 25, 2008

ada acara bagus di discovery channel tentang kedokteran. 911: the bronx. reality show keadaan UGD di RS saint barnabas yang ada di bronx.

acaranya meliput kerja team jaga UGD selama satu shift kerja, dengan kasus-kasus kegawatdaruratan yang bermacam-macam, mulai dari KLL, luka tembak (yang banyak disana), bunuh diri sampai kasus-kasus nontrauma. merka juga meliput sisi kemanusiaan dari para team jaga, seperti kelelahan,luapan emosional ,

sangat menarik melihat cara kerja mereka, sistem kerja di UGD yang tertata rapi, dan peralatan diagnostik dan terapetik yang lengkap.

Instansi radiologis mereka terkomputerisasi, dokter jaga tidak lagi melihat lembaran-lembaran film tapi lagnsung di monitor komputer. tak ada foto tulang yang tidak valid karena terputus (tidak mencakup 2 sendi). CT Scan yang siap sedia 24 jam, untuk pasien CKR (cedera kepala ringan) sampai untuk membantu pungsi pus pada kasus abses.

dalam hal transport pasien mereka benar-benar  ATLS banget, Long Spine board, cervical collar, sampai supir ambulance yang terlatih.

terus apa yang bisa kita pelajari? membayangkan keadaan mereka dengan keadaan UGD di sebagian besar RS di Indonesia memang bagai peribahasa jauh panggang dari api.

Peralatan yang lengkap mungkin kita tidak punya. CT Scan masih sangat jarang disini, yang pemakaiannya cm bisa kita pakai untuk kasus khusus, karena biayanya yang masih relatif mahal buat masyarakat Indonesia.  Fasilitas canggih disana merupakan fasilitas rutin (kita masih menggunakan kata ‘pemeriksaan canggih’ sebagai istilah dalam asuransi untuk menyebut CT Scan dan MRI pada karena biayanya yang mahal)

tapi ada hal-hal yang bisa kita pelajari dan bisa diterapkan pada UGD kita yang minim fasilitas. SISTEM KERJA.

Sistem transport pasien yang teratur,  triase, administrasi yang rapi . Bagaimana membiasakan prinsip “do no further harm“. dokter konsulen yang selalu siap sedia. semua merupakan hal lebih yang bisa kita pelajari dari mereka dan kita terapkan disini. kita tak butuh fasilitas canggih untuk itu. cuma kemauan, untuk belajar dan berubah lebih baik.

ayo, teman sejawat. kita atur UGD kita lebih baik, mulai dari yang diri sendiri, mulai dari yang kecil. biasakan proteksi diri, biasakan log roll, biasakan long spine board, biasakan cervical collar, biasakan ambulance siap sedia, biasakan DO NO FURTHER HARM.