Kapitasi? Halal atau haram?

Juni 24, 2009

seminggu ini saya dibikin pusing dengan tawaran menjadi dokter keluarga provider asuransi.  Yang bikin pusing sistem pembayarannya yang masih saya ragukan kehalalannya.

sistem kapitasi adalah sistem pembayaran pada dokter keluarga/ pelayanan primer yang ditunjuk pihak asuransi.  pembayarannya setiap bulan didasari pada jumlah tanggungan orang yang wajib dilayani oleh sang dokter, bukan berdasar jumlah kunjungan.

contohnya: seorang dokter keluarga membawahi 1000 jiwa yang wajib diberikan pelayanan kesehatan (berupa pemeriksaan kesehatan, konsultasi, obat-obatan, serta perujukan ke spesialis atau RS).  Sang dokter akan mendapat kapitasi 1000 jiwa x Rp 4000 sebagai jumlah kapitasi dari asuransi (sebagai contoh)= 4 juta , tiap bulannya. memang belum tentu semua berobat, dan disitulah letak sang dokter bisa mengambil untung.  Bila kunjungan sedikit, obat yang dia keluarkan sedikit, tenaga yang keluar juga sedikit, padahal kapitasinya tetap sama dapat . contoh: kunjungan sebulan 100 kali, biaya obat (rata2 15rb/pasien)keluar 1,5  juta, berarti dia masih untung 2,5 jt.

sebaliknya bila kunjungan banyak, tenaga banyak terkuras, biaya obat yang diresepkan juga naik, maka dia jadi rugi. karena dapatnya tetap sama 4 jt.  bisa-bisa malah minus, karena biaya obat yang diresepkan lebih besar. Contoh: kunjungan 200 pasien , biaya obat 3 jt, berarti untungnya sisa 1 juta.

sistem ini saya lihat mirip2 sistem ijon pada petani.  Bayar dulu, terserah nanti panennya banyak ato sedikit.

menurut pandangan saya, dalam sistem ini ada kemiripan / unsur judi (maysir), Definisi Judi (Maysir) menurut islam :kalo gak untung ya rugi.  Kalo pasien sedikit untung, kalo pasien banyak malah rugi.  hasil yang didapat tidak berbanding lurus dengan kerja, bila kerja banyak malah tambah rugi.

kesimpulannya : saya jadi meragukan kehalalan sistem ini.  padahal dari cerita sbagian senior yang sudah memakai sistem ini katanya sih tetap ada labanya walau harus hati2 ngatur obat yang diberi.   tengah bulan harus dievaluasi, kalo udah banyak pengeluaran dari obat, berarti harus diseretin resepnya di akhir bulan.

Surfing2 di internet, tanya ustadz secara online belum dapat jawaban.  ada pikiran mau nanya ke MUI untuk ngeluarkan fatwa, tapi gak tau jalurnya.  Sementara sekarang ya do’a aja, mudah2 an ada kejelasan hukum syar’i dalam waktu dekat.

Allahumma aghninaa bi halalika an haramika, Ya Allah cukupkan aku dengan rezki yang halalMu bukan yang Kau haramkan.


PUYER? polemik atau politik?

Februari 22, 2009

Puyer? Polemik atau politik?

bagi saya ini cuma isu politik,yang tidak perlu dipolemikkan ke masyarakat.

3 minggu ini 3 hari sekali di setiap acara beritanya RCTI memberitakan tentang puyer. isinya tentang bahaya puyer. awalnya diberi judul bahaya puyer, dan kemudian diganti menjadi polemik puyer.  Dengan alasan tidak membuat masyarakat bingung. tapi toh, masyarakat sudah jadi bingung, opini publik sudah terbentuk, bahwa puyer memang bahaya.

terus, apa memang puyer perlu dipolemikkan?

ya, tapi TIDAK di media massa.  Ini adalah isu ilmiah, dan orang yang terlibat harusnya cukuplah dari kalangan ilmiah, bukan dari masyarakat awam.   Perbincangan ilmiah tidak pada tempatnya mengajak masyarakat awam, karena akan membuat kebingungan, polemik, dan kerusakan yang lebih besar.

Bahwa puyer memang ada bahayanya, dokter mana sih yang gak tahu? semuanya sudah diajarkan di kurikulum farmakologi, tapi toh kita diajarkan bagaimana agar manfaatnya didapat maksimal dengan resiko seminimal mungkin.  dalam semua tindakan kedokteran kita mendapat permasalahan yang sama, dan disitulah “seni” kita dalam memaksimalkan manfaat dan resiko seminim mungkin.  saya lulus tahun 2006, dan masih mendapat kurikulum membuat puyer.

kalau memang puyer akan dihapus, bukan dengan melempar isu ini ke media massa dan masyarakat awam sebagai konsumer. konsumer akan bingung, bisa-bisa kejadian orang awam menuntut dokter malprakktek karena diberi puyer

Para dokter dan praktisi kesehatan sebagai pelaku yang harus diajak diskusi, dengan jurnal, tulisan ilmiah, pertemuan ilmiah, perubahan kurikulum farmasi (tidak mengajarkan puyer lagi di kuliah).  Perkumpulan profesi IDI, IDAI, mengeluarkan rekomendasi.

Langkah-langkah seperti ini yang harus ditempuh, memang lama, tapi aman, tanpa gonjang-ganjing, tanpa masyarakat bingung.

Lalu, yang sekarang ini polemik atau politik?

Bagi saya POLITIK. Frekuensi penayangan yang sangat tinggi,biayanya jelas besar. Terus,  ini titipan siapa?siapa yang mendanai?siapa yang mendapat keuntungan?

–>Pabrikan obat, produsen syrup. ( cuma ini yang terpikir. ada tersangka lain?)

berkata dokter anti puyer: saat ini obat apa sih yang gak ada sediaan syrupnya? cuma 2, obat HIV dan …(saya lupa)

Lha, sekarang dokter anti puyer ini pernah turun ke puskesmas gak? coba cari sirup antihistamin, coba cari sirup anti alergi, dan beberapa obat dasar lain. ada gak?  kalau obat itu ada, berapa sih harga obat syrup? 20-30 rb an, itu yang standar. Kalau ngelarang kasih solusi dong.

juga dikatakan, penyakit anak itu sebagian besar sembuh sendiri, jadi sebenernya gak usah dikasih obat.  Pasien berkunjung seharusnya untuk konsultasi.

Pikir saya: Terus kalau pasiennya cm datang konsultasi, mending pasien banyak saya kumpulin semua untuk disuluh bersama-sama. Spesialis sih enak, sekali konsultasi narik ratusan ribu, la yang dokter umum ini…

Terakhir, saya katakan: saya gak anti ‘anti puyer‘.  saya makai puyer tapi tidak selalu,  saya tahu ada bahayanya seperti tindakan profesi kedokteran yang lain. tapi saya punya pertimbangan berdasarkan keilmuan yang saya punya.  Kalau memasng mau dilarang, saya nunggu IDI, IDAI, perubahan kurikulum farmasi, untuk mengatakan “JANGAN MEMAKAI PUYER”,

bukan RCTI, bukan produsen syrup, bukan dokter anti puyer saja, bukan orang awam.

APAKAH SEJAWAT SETUJU?


fatwa MUI haram Rokok

Januari 31, 2009

Jauh sebelum MUI mengeluarkan fatwa haram merokok, penulis adalah seorang perokok. Segala puji bagi Allah yang memberi hidayah untuk segera meninggalkannya.  saat itu  penulis membaca buku kecil yang kalau tidak salah berjudul “apakah benar hukum rokok makruh”. semoga Allah memberi pahala yang berlimpah bagi penulis buku tersebut serta orang-orang yang membantu dakwah ini sehingga sampainya buku tersebut ke penulis.   isinya pendapat ilmiah syar’i tentang rokok, kesimpulannya rokok itu bukan makruh tapi haram.

Sebagai tenaga kesehatan yang tahu akan bahaya rokok secara medis sungguh merupakan kesombongan bila saya menolak fatwa itu ( salah satu definisi  kesombongan: menolak kebenaran).

Sehingga bila saat ini MUI mengeluarkan fatwa haram rokok haram saya sambut dengan gembira.

tapi besarnya resistensi terhadap fatwa ini sungguh memiriskan hati. para perokok dari orang awam, tokoh masyarakat yang perokok, petani tembakau, pengusaha rokok yang mungkin dia sendiri tidak merokok, bahkan dari kalangan ‘ulama’ sendiri, semuanya berkoar memberi perlawanan.

orang-orang awam dengan enaknya mengeluarkan fatwa tandingan, “kalau rokok haram, tutup saja pabriknya”, petani tembakau berkata MUI mau ngasih makan apa pada anak istri saya?, pengusaha rokok berkilah “kasian karyawan saya ribuan, mereka mau makan apa kalau usaha saya ditutup karena rokok haram?”, sebagian yang mengaku ‘ulama’ lain berkata “rokok itu makruh”.

Kepada para penentang fatwa ini, dengarkan saya:

sudah sangat jelas beracunnya rokok ini, berbahayanya ia bagi pemakainya dan orang lain. semua ahli medis tidak ada yang membantahnya. dulu para ulama’  khilaf akannya karena belum mengetahui lengkap akan bahayanya. sekarang, kebenaran sudah terungkap bagai matahari di siang bolong, kenapa kalian menolaknya?

tidaklah menjadi halal sesuatu yang haram karena seluruh dunia melakukannya.apakah jadi halal berzina karena semua orang berzina?

kenapa kau merokok karena menyalahkan kenyataan perusahaan rokok yang belum ditutup? kenapa tak kau tutup dulu paru-parumu dari menghisap asap racun rokok?

bagi yang mempertanyakan rejekinya dan anak istrinya? tanyalah kepada dirimu kemana iman dan tawakkalmu pada Allah yang maha Pemberi Rezki. bertawakkal lah seperti burung-burung yang keluar dari sarangnya mencari rezki Allah, mereka pulang dengan rezeki Allah dan tidak mati kelaparan.  rezeki halal ada di luar sana, tinggal kau berusaha mencarinya, dan bertawakkallah pada Maha Pemberi Rezki.

bagi para pengusaha rokok, jujurlah! dalam hatimu manakah yang kau takutkan? kehilangan untung dari usahamu yang meracuni berjuta-juta orang itu ataukah nasib karyawanmu?

bagi orang yang mengaku ulama dan masih menghalalkan rokok, bertakwalah pada Allah, kebenaran bagai Matahari di siang bolong, sungguh hawa nafsu saja yang menghalangimu mengatakan yang benar. Ataukah bungkus rokok dibalik saku gamismu yang menghalangimu mengatakannya? ataukah paru-parumu yang sudah teracuni asap rokok yang menghalangimu?

Besarnya pajak dan cukai rokok yang masuk ke kantong pemerintah itukah yang menghalangi terungkapnya kebenaran? nasib ribuan karyawan pabrik rokok itu kah yang jadi alasan?

apakah bedanya uang cukai itu dan uang hasil curian, uang korupsi,, semuanya sama. Uang haram.

sadarkah pemerintahku yang memakai uang cukai rokok itu untuk membangun negeriku yang kucintai, membangun fasilitas umum, dan menggaji diriku yang PNS ini, bahwa tidak akan ada barokah dari uang haram itu.hilang manfaat dari RS, jembatan, jalan-jalan yang mereka bangun. Pegawai negeri mereka banyak yang tak merasa cukup dengan gajinya walaupun sudah dinaikkan. mereka sibuk melakukan pungli dan korupsi.

sadarlah juga bagi para karyawan pabrik rokok,  kemanakah hilangnya barokah dari gajimu yang kau memberi makan dengannya anak istrimu.

mungkinkah ini  tanda akhir zaman, orang-orang bodoh mengeluarkan fatwa dan banyak orang yang mengikutinya sementara ilmu diangkat, orang alim tak berdaya mencegah maksiat,cuma bisa menyuruh orang yang bermaksiat agar ke tempat sepi jangan di tempat umum. kenyataannya, MUI cuma bisa berfatwa haram merokok bagi anak, ibu hamil, dan di tempat umum.

Ya Allah, aku bertawassul dalam doaku dengan namaMu yang agung, Engkau maha pemberi Rezki, Engkau maha pembolak balik hati. Aku bertawassul dengan shalawatku pada Rasulullah, aku bertawassul dengan amalan sholehku yang bertaubat meninggalkan rokok karena takwa padaMu,

Ya Allah, bukakanlah pintu hati kami yang masih tertutup, berilah hidayah  bagi para perokok agar berhenti melakukannya. sembuhkanlah mereka dari penyakit mereka yang kecanduan dengan racun rokok.  bukalah hati para perokok agar mereka berhenti mencelakan diri mereka, anak-anak mereka, istri mereka, suami mereka, orang-orang didekat mereka yang juga menghisap asap rokok mereka.

bukalah hati para pemimpin pemerintahan kami agar sadar bahwa cukai rokok yang sangat mereka tergantung padanya untuk membiayai begeri ini adalah uang haram, didapat dari usaha yang haram.  sadarkanlah mereka bahwa uang itu tak akan memberi barakah pada rakyatnya tapi malah meracuni rakyatnya.

berikanlah kami keistiqomahan untuk meninggalkan maksiat ini selamanya.

Amin.

Wallahu A’lam.


teman sejawat/ secawat/ jerawat

Januari 15, 2009

Salah satu poin sumpah dokter di indonesia berbunyi “..memperlakukan teman sejawat seperti saudara sendiri..”.

karena banyak yang protes dengan bunyi sumpah itu yang berarti gak bisa nikah sesama dokter…hehe (termasuk saya mungkin) padahal mungkin sumpah itu gak bermaksud sampai kesana. jadi digantilah bunyi sumpahnya “…memperlakukan sejawat seperti saya ingin diperlakukan..”

saya cuma ingin mengingatkan para sejawat akan sumpah anda. berikut ini beberapa daftar ‘pelanggaran’ terhadap sejawat yang sering terjadi:

jangan cerewetin terapi sejawat anda. dia punya alasan yang anda mungkin tidak tahu. setidaknya, jangan di depan pasien.

jangan cerewetin rujukan sejawat anda, dia sudah berusaha maksimal dengan sumber daya yang dia punya, dia merujuk ke anda karena itu usaha maksimal yang bisa ia lakukan pada pasien.

jangan anggap sejawat anda sebagai kompetitor.  rezeki sudah diatur Allah Azza Wa Jalla, kita sama-sama mencari rezki yang halal, dan semua akan mendapat bagiannya masing-masing.

jangan perhitungan pada sejawat anda. bila ia sakit, beri ia pertolongan. berapa sih duit jasa yang ditarik dari sejawat sendiri sampai anda harus menjadi orang yang sangat perhitungan. anda tidak miskin dengan tidak menarik uang jasa pada teman sejawat..

ada yang mau nambahin daftar ini??

terus…

anda mau jadi teman sejawat?

teman secawat?(porno)

atau teman jerawat???


Kejang Demam

November 25, 2008

Kejang demam adalah serangan kejang yang terjadi pada saat demam tinggi pada anak . ditandai dengan gerakan kejang yang tak terkontrol pada anggota gerak (tangan dan kaki) atau pada bola mata. kejadian biasanya pada usia 2-6 tahun. Bersifat kambuhan yaitu pada saat anak mengalami demam.

Buat orang tua di rumah:

jangan panik: Kepanikan terjadi pada sebagian besar orang tua yang pertama kali melihat anaknya mengalami kejang demam, akibatnya mereka malah tak berbuat apa-apa, atau melakukan tindakan yang salah dan membahayakan diri dan anaknya.

amankan jalan nafas anak: buka pakaian yang bisa menghalangi pernafasan, pakai supit lidah (bisa dengan mengganjal gigi dengan sendok, miringkan anak bila ia muntah

amankan dari benda-benda berbahaya: gerakan kejang yang tak bisa dikontrol bisa membahayakan anak, jauhkan anak dari barang pecah belah, benda tajam.

berikan obat anti kejang dan obat panas per rectal (lewat dubur), bila ini merupakan serangan kambuhan, dokter yang merawat mungkin meresepkan obat anti kejang dan obat panas yang diberi lewat dubur sebagai persedian di rumah.

Kompres Hangat: dulu disarankan kompres denagn air dingin atau alkohol, tapi terbukti hal ini tidak efektif karena reaksi tubuh mengenali lingkungannya dalam keadaan dingan sehingga pori-pori tubuh malah menutup. akibatnya, panas tak bisa keluar. Rekomendasi sekarang adalah dengan kompres air hangat.

segera bawa ke tenaga kesehatan terdekat, sebaiknya membawa ke instansi kesehatan yang siap dengan fasilitas rawat inap, tapi bila waktu tempuh ke RS terlalu lama, bisa  ke tenaga kesehatan terdekat (dokter, bidan praktek, klinik) untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Jangan dilakukan: Memberikan Minum ( resiko terjadinya tersedak bila anak muntah), mengganjal mulut dengan jari( dapat membahayakan orangtua, gunakan benda keras seperti supit lidah atau sendok), memasukkan kopi ke mulut (resiko terjadi tersedak)

Buat Team UGD

oksigenasi

amankan airway: ekstensi kepala, pasang orofaring tube, suction bila perlu.

berikan antipiretik: Paracetamol per rectal (sediaan 125mg dan 250 mg), bantu dengan kompres hangat

berikan anti kejang: Diazaepam intravena 0,2-0,3 mg/kgBB pelan-pelan, hati-hati depresi napas

bila akses intravena sulit, pemberian per diazepam per rectal

observasi/ rawat inap: observasi dulu di UGD bila perlu rawat inap. Tunggu keadaan stabil baru pindah ruangan.

akses intra vena: Pasang infus untuk memudahkan pemberian diazepam bila sewaktu-waktu kejang berulang.

cek Lab: cek DL rutin , cari sumber infeksi, cek UL dan FL bila perlu, Widal test, Dengue Blod bila curiga.

terapi di ruangan:

antipiretik: Paracetamol 10-20 mg/kgBB/6 atau 8jam (k/p)

anti kejang: diazepam per oral 0,2-0,3 mg/KgBB per 8 jam (k/p) terutama bila Tax>38 C

antibiotik: bila ada indikasi

Bila kejang berulang di ruangan: Injeksi Diazepam IV , dosis sesuai di UGD

observasi tanda vital, Temp axilla.

Konsulkan ke dokter spesialis anak konsulen.


911: the bronx

November 25, 2008

ada acara bagus di discovery channel tentang kedokteran. 911: the bronx. reality show keadaan UGD di RS saint barnabas yang ada di bronx.

acaranya meliput kerja team jaga UGD selama satu shift kerja, dengan kasus-kasus kegawatdaruratan yang bermacam-macam, mulai dari KLL, luka tembak (yang banyak disana), bunuh diri sampai kasus-kasus nontrauma. merka juga meliput sisi kemanusiaan dari para team jaga, seperti kelelahan,luapan emosional ,

sangat menarik melihat cara kerja mereka, sistem kerja di UGD yang tertata rapi, dan peralatan diagnostik dan terapetik yang lengkap.

Instansi radiologis mereka terkomputerisasi, dokter jaga tidak lagi melihat lembaran-lembaran film tapi lagnsung di monitor komputer. tak ada foto tulang yang tidak valid karena terputus (tidak mencakup 2 sendi). CT Scan yang siap sedia 24 jam, untuk pasien CKR (cedera kepala ringan) sampai untuk membantu pungsi pus pada kasus abses.

dalam hal transport pasien mereka benar-benar  ATLS banget, Long Spine board, cervical collar, sampai supir ambulance yang terlatih.

terus apa yang bisa kita pelajari? membayangkan keadaan mereka dengan keadaan UGD di sebagian besar RS di Indonesia memang bagai peribahasa jauh panggang dari api.

Peralatan yang lengkap mungkin kita tidak punya. CT Scan masih sangat jarang disini, yang pemakaiannya cm bisa kita pakai untuk kasus khusus, karena biayanya yang masih relatif mahal buat masyarakat Indonesia.  Fasilitas canggih disana merupakan fasilitas rutin (kita masih menggunakan kata ‘pemeriksaan canggih’ sebagai istilah dalam asuransi untuk menyebut CT Scan dan MRI pada karena biayanya yang mahal)

tapi ada hal-hal yang bisa kita pelajari dan bisa diterapkan pada UGD kita yang minim fasilitas. SISTEM KERJA.

Sistem transport pasien yang teratur,  triase, administrasi yang rapi . Bagaimana membiasakan prinsip “do no further harm“. dokter konsulen yang selalu siap sedia. semua merupakan hal lebih yang bisa kita pelajari dari mereka dan kita terapkan disini. kita tak butuh fasilitas canggih untuk itu. cuma kemauan, untuk belajar dan berubah lebih baik.

ayo, teman sejawat. kita atur UGD kita lebih baik, mulai dari yang diri sendiri, mulai dari yang kecil. biasakan proteksi diri, biasakan log roll, biasakan long spine board, biasakan cervical collar, biasakan ambulance siap sedia, biasakan DO NO FURTHER HARM.


Bayi alien? Azab? Penyakit?

Desember 31, 2007

bayi alien??

Foto diatas bukan foto bayi alien, tapi bayi manusia normal yang menderita penyakit yang disebut Harlequin Ichtyosis.

Harlequin Ichtyosis didefinisikan sebagai ichtyosis kongenital yang sangat parah yang ditandai dengan penebalan keratin pada kulit bayi. bayi dengan penyakit ini lahir dengan lapisan sisik pada kulit yang sangat tebal, disertai kontraksi pada mata, mulut dan telinga. Kulit menjadi kaku dan terbatas gerakannya, dan kehilangan kemampuan dalam mencegah kuman masuk, sehingga bayi menjadi sangat gampang terkena infeksi. Sudah dilaporkan 100 kasus di seluruh dunia.

Banyak sekali foto dan video yang beredar di internet, bahkan lewat bluetooth hp, mengatakan bayi ini adalah bayi alien. ada versi yang berbahasa arab pada saat bayi baru dilahirkan dengan suara latar murottal Quran dengan maksud menakuti orang-orang akan azab bila melakukan perbuatan dosa. Salah satu versi bahkan menampakkan ibu yang berwajah Melayu yang sedang memberi dot. Satu hal yang yang pasti, bahwa ini adalah penyakit, bukan bayi alien.

Video-video “orang yang terkena azab” yang banyak beredar di internet tentang orang yang terkena kutuk karena berbuat dosa durhaka pada ibu bapak, atau karena menghina Al Quran. Satu video bisa diklaim dengan banyak versi, seperti video manusia tikus yang dikatakan sebagai anak yang durhaka, serta menghina AlQuran. padahal keaslian video tersebut serta kisah dibelakangnya masih patut dipertanyakan keshahihannya. Bukan adab dalam dakwah islam bila kita berdakwah dengan dusta -menakut-nakuti orang akan azab dengan dusta bahwa si fulan terkena azab karena dosa ini-, tidak akan ada faedah yang didapati dari dakwah seperti ini. Permasalahan azab atau tidak, kita tidak bisa memastikan. Namun cukuplah bagi kita mengetahui bahwa musibah di dunia bagi seorang muslim bisa merupakan cobaan, peringatan, atau azab baginya. Dan bahwa sebuah perbuatan dosa memang akan mendatangkan musibah, dan menjauhkan nikmat…Wallahu A’lam.