Kejang Demam

November 25, 2008

Kejang demam adalah serangan kejang yang terjadi pada saat demam tinggi pada anak . ditandai dengan gerakan kejang yang tak terkontrol pada anggota gerak (tangan dan kaki) atau pada bola mata. kejadian biasanya pada usia 2-6 tahun. Bersifat kambuhan yaitu pada saat anak mengalami demam.

Buat orang tua di rumah:

jangan panik: Kepanikan terjadi pada sebagian besar orang tua yang pertama kali melihat anaknya mengalami kejang demam, akibatnya mereka malah tak berbuat apa-apa, atau melakukan tindakan yang salah dan membahayakan diri dan anaknya.

amankan jalan nafas anak: buka pakaian yang bisa menghalangi pernafasan, pakai supit lidah (bisa dengan mengganjal gigi dengan sendok, miringkan anak bila ia muntah

amankan dari benda-benda berbahaya: gerakan kejang yang tak bisa dikontrol bisa membahayakan anak, jauhkan anak dari barang pecah belah, benda tajam.

berikan obat anti kejang dan obat panas per rectal (lewat dubur), bila ini merupakan serangan kambuhan, dokter yang merawat mungkin meresepkan obat anti kejang dan obat panas yang diberi lewat dubur sebagai persedian di rumah.

Kompres Hangat: dulu disarankan kompres denagn air dingin atau alkohol, tapi terbukti hal ini tidak efektif karena reaksi tubuh mengenali lingkungannya dalam keadaan dingan sehingga pori-pori tubuh malah menutup. akibatnya, panas tak bisa keluar. Rekomendasi sekarang adalah dengan kompres air hangat.

segera bawa ke tenaga kesehatan terdekat, sebaiknya membawa ke instansi kesehatan yang siap dengan fasilitas rawat inap, tapi bila waktu tempuh ke RS terlalu lama, bisa  ke tenaga kesehatan terdekat (dokter, bidan praktek, klinik) untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Jangan dilakukan: Memberikan Minum ( resiko terjadinya tersedak bila anak muntah), mengganjal mulut dengan jari( dapat membahayakan orangtua, gunakan benda keras seperti supit lidah atau sendok), memasukkan kopi ke mulut (resiko terjadi tersedak)

Buat Team UGD

oksigenasi

amankan airway: ekstensi kepala, pasang orofaring tube, suction bila perlu.

berikan antipiretik: Paracetamol per rectal (sediaan 125mg dan 250 mg), bantu dengan kompres hangat

berikan anti kejang: Diazaepam intravena 0,2-0,3 mg/kgBB pelan-pelan, hati-hati depresi napas

bila akses intravena sulit, pemberian per diazepam per rectal

observasi/ rawat inap: observasi dulu di UGD bila perlu rawat inap. Tunggu keadaan stabil baru pindah ruangan.

akses intra vena: Pasang infus untuk memudahkan pemberian diazepam bila sewaktu-waktu kejang berulang.

cek Lab: cek DL rutin , cari sumber infeksi, cek UL dan FL bila perlu, Widal test, Dengue Blod bila curiga.

terapi di ruangan:

antipiretik: Paracetamol 10-20 mg/kgBB/6 atau 8jam (k/p)

anti kejang: diazepam per oral 0,2-0,3 mg/KgBB per 8 jam (k/p) terutama bila Tax>38 C

antibiotik: bila ada indikasi

Bila kejang berulang di ruangan: Injeksi Diazepam IV , dosis sesuai di UGD

observasi tanda vital, Temp axilla.

Konsulkan ke dokter spesialis anak konsulen.


911: the bronx

November 25, 2008

ada acara bagus di discovery channel tentang kedokteran. 911: the bronx. reality show keadaan UGD di RS saint barnabas yang ada di bronx.

acaranya meliput kerja team jaga UGD selama satu shift kerja, dengan kasus-kasus kegawatdaruratan yang bermacam-macam, mulai dari KLL, luka tembak (yang banyak disana), bunuh diri sampai kasus-kasus nontrauma. merka juga meliput sisi kemanusiaan dari para team jaga, seperti kelelahan,luapan emosional ,

sangat menarik melihat cara kerja mereka, sistem kerja di UGD yang tertata rapi, dan peralatan diagnostik dan terapetik yang lengkap.

Instansi radiologis mereka terkomputerisasi, dokter jaga tidak lagi melihat lembaran-lembaran film tapi lagnsung di monitor komputer. tak ada foto tulang yang tidak valid karena terputus (tidak mencakup 2 sendi). CT Scan yang siap sedia 24 jam, untuk pasien CKR (cedera kepala ringan) sampai untuk membantu pungsi pus pada kasus abses.

dalam hal transport pasien mereka benar-benar  ATLS banget, Long Spine board, cervical collar, sampai supir ambulance yang terlatih.

terus apa yang bisa kita pelajari? membayangkan keadaan mereka dengan keadaan UGD di sebagian besar RS di Indonesia memang bagai peribahasa jauh panggang dari api.

Peralatan yang lengkap mungkin kita tidak punya. CT Scan masih sangat jarang disini, yang pemakaiannya cm bisa kita pakai untuk kasus khusus, karena biayanya yang masih relatif mahal buat masyarakat Indonesia.  Fasilitas canggih disana merupakan fasilitas rutin (kita masih menggunakan kata ‘pemeriksaan canggih’ sebagai istilah dalam asuransi untuk menyebut CT Scan dan MRI pada karena biayanya yang mahal)

tapi ada hal-hal yang bisa kita pelajari dan bisa diterapkan pada UGD kita yang minim fasilitas. SISTEM KERJA.

Sistem transport pasien yang teratur,  triase, administrasi yang rapi . Bagaimana membiasakan prinsip “do no further harm“. dokter konsulen yang selalu siap sedia. semua merupakan hal lebih yang bisa kita pelajari dari mereka dan kita terapkan disini. kita tak butuh fasilitas canggih untuk itu. cuma kemauan, untuk belajar dan berubah lebih baik.

ayo, teman sejawat. kita atur UGD kita lebih baik, mulai dari yang diri sendiri, mulai dari yang kecil. biasakan proteksi diri, biasakan log roll, biasakan long spine board, biasakan cervical collar, biasakan ambulance siap sedia, biasakan DO NO FURTHER HARM.


ridha manusia

November 23, 2008
DI SINI JUAL IKAN SEGAR

Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar.
Ia memasang papan pengumuman bertuliskan “Di sini Jual Ikan Segar”

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan
tentang tulisannya.

“Mengapa kau tuliskan kata, DI SINI ? Bukankah semua orang sudah tahu
kalau kau berjualan DI SINI, bukan DI SANA?”

“Benar juga!” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “DISINI” dan
tinggallah tulisan “JUAL IKAN SEGAR”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan
tulisannya.

“Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tahu kalau
yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?

“Benar juga” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “SEGAR” dan
tinggallah tulisan “JUAL IKAN”

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan
tulisannya : “Mengapa kau tulis kata JUAL? bukankah semua orang sudah
tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?

Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan
tinggallah tulisan “IKAN”

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga
menanyakan tulisannya : “Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua
orang sudah tahu kalau ini Ikan bukan Daging?

“Benar juga” pikir sipenjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman
itu.

HIKMAH:
Bila kita ingin memuaskan semua orang, kita takkan
mendapatkan apa-apa!
Ridha semua manusia sulit didapat..

dipublikasikan oleh Ust Abdullah Hadlromi, kunjungi www.hatibening.com

Surat sakit

November 23, 2008

aku masih setengah tertidur pintu ketika ruang  jaga diketuk, perawat jaga memanggilku,  ada pasien.

“pasien KLL, cepat pak…!”

di ruang periksa terbaring pasien wanita, mengaduh-ngaduh. kepalanya berlumur darah.

GCS 456, isokor, vulnus laceratum multiple di wajah, beberapa gigi patah, mungkin closed fraktur mandibula. Tensi 90/60, akral dingin. Ini shock.

ini kasus yang harus dirujuk ke RS. klinik 24 jam ini tak bisa menangani pasien seperti ini. aku cm bisa memberi infus sementara sampai kondisinya stabil untuk dirujuk.

” pasang infus dulu, grojok 2 Liter RL”

apa itu yang tergenggam di tangannya?

selembar kertas surat keterangan sakit, tertanggal hari ini. ijin untuk hari kemarin dan hari ini untuk pekerjaannya di sebuah perusahaan.

oh, ironisnya.  kecelakaan dalam perjalanan pulang setelah membeli surat sakit.

para pekerja dikota ini terbiasa membeli surat sakit bila tak bisa masuk kerja. Capek, malas, kawinan keluarga, pergi ke luar kota, ketiduran, sakit, apa saja yang bikin kau tak masuk kerja. Carilah surat sakit. kalau tidak, kau dipecat! gajimu dipotong!

Kau membayar untuk menjadi sakit, dan untuk sehat kau harus membayar lebih.

Maha Besar Engkau Yaa Allah, yang mengingatkan hambamu dengan cara yang tak terduga.

Sungguh, kejujuran  walau terasa pahit di lidahmu, lebih baik daripada dusta yang manis. karena engkau tak tahu kalau  pahitnya kejujuran sebenarnya adalah obat yang menyembuhkan sakitmu. Dan manisnya dusta adalah buah beracun membunuhmu pelan-pelan .

dari pengalaman seorang dokter